Struktur Kurikulum RA, MI, MTS, MA, MAK Tahun 2025
KMA Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Raudhatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, dan Madrasah Aliyah Kejuruan - Tahun 2025 menandai sebuah langkah transformatif bagi pendidikan madrasah di Indonesia. Kementerian Agama telah menetapkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025, yang membawa perubahan signifikan terhadap pedoman implementasi kurikulum di seluruh jenjang, mulai dari Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).
Ini bukan sekadar perubahan administratif. Dokumen ini memperkenalkan dua konsep inti yang menjadi "jiwa" dari kurikulum baru: Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta.
Bagi kita di garda depan, memahami struktur dan filosofi baru ini adalah sebuah keharusan. Mari kita bedah poin-poin pentingnya.
Filosofi Inti: "Pembelajaran Mendalam" dan "Kurikulum Berbasis Cinta"
Sebelum kita menyelam ke alokasi jam pelajaran (JP), kita perlu memahami "mengapa" kurikulum ini berubah. KMA 1503 menekankan pergeseran dari sekadar transfer ilmu menjadi "menyentuh jiwa".
Pembelajaran Mendalam (Deeper Learning) Ini adalah pendekatan yang bertujuan menciptakan suasana belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Prosesnya tidak hanya fokus pada olah pikir, tetapi juga mengintegrasikan olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik. Tujuannya adalah mencapai 8 dimensi profil lulusan, termasuk keimanan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, dan kemandirian.
Kurikulum Berbasis Cinta Ini adalah kerangka kerja utama untuk melahirkan insan yang humanis, nasionalis, naturalis, dan toleran. Implementasinya berpusat pada "Panca Cinta":
- Cinta Allah dan Rasul-Nya
- Cinta Ilmu
- Cinta Lingkungan
- Cinta Diri dan Sesama Manusia
- Cinta Tanah Air
Poin Penting: Struktur Kurikulum 2025 per Jenjang
Bagaimana filosofi "cinta" dan "pembelajaran mendalam" itu diterjemahkan ke dalam struktur kelas? Berikut rinciannya berdasarkan Lampiran KMA 1503.
A. Raudhatul Athfal (RA)
Fokus di jenjang RA adalah pada Fase Fondasi. Struktur kurikulum RA dirancang untuk mencapai kemampuan fondasi melalui "bermain bermakna".
1. Intrakurikuler: Dirancang untuk mencapai Capaian Pembelajaran Fase Fondasi yang mencakup tiga elemen utama:
- Nilai agama dan budi pekerti;
- Jati diri;
- Dasar-dasar literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa, dan seni.
2. Kokurikuler: Bertujuan memperkuat profil lulusan dan topik Panca Cinta.
3. Alokasi Waktu: Minimal 900 menit per minggu.
B. Madrasah Ibtidaiyah (MI)
Di jenjang MI (Fase A, B, C), struktur mata pelajaran menjadi lebih terperinci dan sudah mengalokasikan waktu khusus untuk kokurikuler.
1. Intrakurikuler: Terdiri dari Kelompok Mata Pelajaran Wajib, yang mencakup:
- Pendidikan Agama Islam (Al-Qur'an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih) dan Bahasa Arab.
- Pendidikan Pancasila.
- Bahasa Indonesia.
- Matematika.
- Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).
- Seni dan Budaya (Madrasah wajib menyediakan minimal 1 jenis seni, seperti Musik, Rupa, Teater, atau Tari).
2. Kokurikuler: Berbeda dari sebelumnya, alokasi JP kokurikuler (untuk penguatan PAI, Pancasila, dan Bahasa Indonesia) sudah ditetapkan secara spesifik dalam tabel struktur kurikulum.
3. Muatan Lokal: Diberikan alokasi 72-216 JP per tahun sebagai mata pelajaran pilihan.
C. Madrasah Tsanawiyah (MTs)
Melanjutkan jenjang MI, MTs (Fase D) akan memiliki struktur yang serupa dalam pengelompokan mata pelajaran wajib (PAI & Bahasa Arab, serta mata pelajaran umum). Konsep Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta diterapkan untuk memperkuat nalar kritis dan kemandirian siswa, dengan tetap mengacu pada alokasi JP Intrakurikuler dan Kokurikuler yang terstruktur.
D. Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)
Pada jenjang MA dan MAK (Fase E dan F), struktur kurikulum akan lebih kompleks, mencakup:
- Kelompok Mata Pelajaran Wajib (Agama dan Umum).
- Kelompok Peminatan (sesuai rumpun MIPA, IPS, Bahasa, atau Keagamaan).
- Mata Pelajaran Pilihan (Lintas Minat/Keterampilan).
Untuk MAK, kurikulum akan difokuskan pada spektrum keahlian kejuruan yang relevan. Di semua jenjang ini, "Panca Cinta" menjadi landasan dalam setiap aktivitas pembelajaran, baik intra, ko, maupun ekstrakurikuler.
Peran Kokurikuler, Ekstrakurikuler, dan Muatan Lokal
KMA 1503 memberikan penekanan khusus pada tiga area ini sebagai sarana implementasi kurikulum yaitu Kokurikuler, Ekstrakurikuler serta Muatan Lokal.
Kokurikuler: Tidak lagi hanya "tambahan". Ini adalah pembelajaran kolaboratif lintas disiplin yang wajib dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan pengayaan. Tujuannya jelas: memperkuat 8 dimensi profil lulusan dan wajib bermuatan moderasi beragama.
Ekstrakurikuler: Tetap menjadi wadah pengembangan bakat, minat, dan kepribadian. Jenisnya beragam, mulai dari Krida (seperti Pramuka), Karya Ilmiah, Olah-bakat, hingga Keagamaan.
Muatan Lokal (Mulok): Madrasah diberi fleksibilitas tinggi. Mulok bisa diajarkan sebagai mata pelajaran sendiri, diintegrasikan ke mapel lain, atau diintegrasikan ke dalam tema Kokurikuler. Tujuannya adalah melestarikan budaya dan memberikan keterampilan yang relevan dengan potensi daerah.
Bapak/Ibu Guru, KMA 1503 Tahun 2025 adalah sebuah undangan untuk bertransformasi. "Kurikulum Berbasis Cinta" dan "Pembelajaran Mendalam" bukanlah sekadar jargon, melainkan alat bantu kita untuk mencetak generasi madrasah yang utuh - cerdas intelektualnya, matang emosinya, dan mulia akhlaknya. Ini adalah tantangan, namun juga peluang besar untuk berinovasi di ruang-ruang kelas kita. Selamat beradaptasi dan berkreasi!
Untuk lebih jelas dan lengkapnya, silahkan Unduh Struktur Kurikulum RA, MI, MTS, MA, MAK Tahun 2025 Berdasarkan KMA Nomor 1503 Tahun 2025.
Demikian informasi tentang Struktur Kurikulum RA, MI, MTS, MA, MAK Tahun 2025 yang bisa Sinau-Thewe.com bagikan, semoga ada manfaat didalamnya dan terima kasih.

Post a Comment for "Struktur Kurikulum RA, MI, MTS, MA, MAK Tahun 2025"