Soal Rilis Ujian Nasional Mapel Bahasa Indonesia Tahun 2019 Jenjang SMA / MA (IPA/IPS)

Pada kesempatan kali ini Sinau Thewe akan membagikan contoh Soal Rilis dengan Pembahasannya Mapel Bahasa Indonesia untuk Jenjang SMA / MA (IPA / IPS), berikut penjelasannya :

Dikutip dari laman https://puspendik.kemdikbud.go.id/hasil-un/ bahwa lingkup materi yang diujikan dalam UN pada mata pelajaran Bahasa Indonesia Jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) meliputi :
1. membaca nonsastra
2. membaca sastra
3. menulis terbatas
4. menyunting kata, kalimat dan paragraf
5. menyunting ejaan dan tanda baca
Lingkup materi tersebut diuji melalui level kognitif yaitu pengetahuan dan pemahaman, aplikasi serta penalaran.

Contoh Soal

A. Memahami Teks Sastra

Soal 1

Cermati teks berikut :
(1) Kehidupan di Lhok Nga mulai bergerak remang. (2) Cahaya matahari menyemburat dari balik bukit yang memagari kota. (3) Orang-orang sudah dari tadi kembali dari meunasah (beribadah). (4) Orang-orang beranjak mulai mengukir hari. (5) Yang berdagang pergi ke pasar, membuka toko-toko. (6) Yang bekerja di kantoran mandai, bersiap diri. (7) Yang sekolah menyiapkan buku-buku dan peralatan lainnya. (8) Tetapi, hari ini hari minggu, libur. (9) Lebih banyak yang menyiapkan aktivitas di rumah saja. (10) Tidak ke mana-mana.
(Hafalan Sholat Delisa, Tere Liye)

Kalimat bermajas dalam paragraf tersebut terdapat pada kalimat bernomor ...
A. (2) dan (3)
B. (2) dan (4)
C. (3) dan (4)
D. (6) dan (7)
E. (9) dan (10)
Kunci Jawaban : B

Pembahasan :
Soal ini menguji pemahaman Peserta Didik mengenai identifikasi kalimat bermajas. Sebagian besar Peserta Didik (71%) dapat menjawab benar soal ini. Identifikasi kalimat bermajas merupakan materi yang familier dan sering diujikan dalam lingkup membaca sastra.

B. Memahami Teks Nonsastra

Soal 2

Cermati kutipan biografi berikut!
Menurut Umar Kayam, saat ia bersekolah di Hollands Islands Schools (HIS), sekolah dasar untuk anak-anak priyayi pada masa itu, ada keharusan untuk membaca dongeng-dongeng, dan ada pelajaran bercerita di depan kelas dalam bahasa Belanda. Diakuinya pendidikan Belanda memang baik, teratur dan disiplin. Di kelas lima HIS, ia menguasai bahasa Belanda. Sehari-harinya, bersama orang tuanya, ia bercerita dalam bahasa Jawa halus (kromo) campuran Belanda. Bahasa Melayu bukan bahasa sehari-hari. Ia les bahasa Melayu sore hari. Baru pada masa pendudukan tentara Jepang, bahasa Indonesia diwajibkan secara intensif sebagai bahasa pengantar. Meski kelak ditulisnya dalam novel Para Penyanyi bahwa masa pendudukan tentara Jepang sangat represif dan menyakitkan sekaligus mengerikan, khususnya di bidang pelanggaran hak-hak asasi manusia semena-mena menurutnya. Salah satu tindakan pemerintah pendudukan Jepang yang dapat dinilai positif adalah Jepang berjasa mengindonesiakan kita dalam waktu sekejap.

Keistimewaan tokoh Umar Kayam berdasarkan kutipan biografi tersebut adalah...
A. Umar Kayam mampu membaca buku dongeng untuk diceritakan di depan kelas dalam bahasa Belanda.
B. Umar Kayam selalu menata kehidupannya baik, teratur dan disiplin sesuai dengan pendidikan yang diterimanya.
C. Umar Kayam sehari-hari berbicara dalam bahasa Jawa Kromo halus dan bahasa Melayu.
D. Umar Kayam sebagai orang Jawa sudah menguasai bahasa Belanda sejak kelas lima sekolah dasar.
E. Pada masa pendudukan Jepang, Umar Kayam sudah menggunakan bahasa Indonesia.
Kunci Jawaban : D

Pembahasan :
Soal ini menguji kemampuan siswa dalam menentukan keistimewaan tokoh pada sebuah teks biografi. Pada soal ini sebagian siswa (53%) dapat menjawab benar. Keistimewaan tokoh merupakan materi yang familier dan sering diujikan dalam lingkup membaca nonsastra.

C. Perbaikan Kalimat Rutin

Soal 3

Cermati paragraf berikut!

Cara Membuat Instagram pada Telepon Seluler Android
Aplikasi jejaring sosial saat ini telah banyak digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat, salah satunya adalah Instagram. Pastikan Anda memiliki kuoata dan jaringan internet yang baik sebelum menginstal aplikasi ini. Berikut langkah-langkah memasang aplikasi Instagram di smartphone Anda :
(1) Pilih dan instal aplikasi Instagram di telepon seluler android Anda melalui Google Playstore.
(2) Klik pasang, tunggu sebentar, kemudian klik buka.
(3) Anda isi data lengkap dengan baik dan benar.
(4) Kemudian Anda akan diminta untuk menghubungkan Instagram dengan Facebook dan orang yang anda kenal.
(5) Akun Anda telah berhasil dibuat.

Perhatikan struktur kalimat nomor (3) pada paragraf prosedur tersebut adalah...
A. Isi data lengkap Anda dengan baik dan benar.
B. Data lengkap Anda di isi dengan baik dan benar.
C. Anda lengkapi, isi data dengan baik dan benar.
D. Dengan baik dan benar lengkapi isi data Anda.
E. Anda dengan baik dan benar lengkapi isi data.
Kunci Jawaban : A

Pembahasan :
Soal ini menguji kemampuan siswa dalam memperbaiki struktur kalimat. Pada soal ini sebagian besar siswa (85%) dapar menjawab benar. Hal tersebut disebabkan prosedur yang disajikan dekat dngan kehidupan anak muda zaman sekarang dan sebagian besar siswa sudah memahami struktur kalimat imperatif/perintah pada teks prosedur.

D. Perbaikan Kalimat Nonrutin

Soal 4

Cermati paragraf berikut!
Hari sabtu adalah hari pasar di desa kami dan Ibu selalu membawaku ke sana. Di sana Ibu dan aku bukan berbelanja, melainkan berjualan. Ibuku berjualan kue yang dibuatnya sendiri, seperti pisang goreng, bakwan, gemblong, gandas turi dan jenis kue lainnya. Aku senang membantu Ibu karena Ibu suka memberiku uang saku tambahan jika kue-kuenya laris. Kue-kue buatan Ibu sangat disukai dan digemari orang-orang di desaku.

Perbaikan penggunaan tanda baca pada kalimat dalam paragraf tersebut adalah...
A. Hari Sabtu, adalah pasar di desa kami, dan Ibu selalu membawaku ke sana.
B. Di sana, Ibu dan aku bukan berbelanja melainkan, berjualan.
C. Ibuku berjualan kue yang dibuatnya sendiri, seperti pisang goreng, bakwan, gemblong, gandas turi, dan jenis kue lainnya.
D. Aku senang membantu Ibu, karena Ibu suka memberiku uang saku tambahan, jika kue-kuenya laris.
E. Kue-kue Ibu, sangat disukai dan digemari orang-orang di desaku.
Kunci Jawaban : C

Pembahasan :
Soal ini menguji kemampuan Peserta Didik dalam memperbaiki tanda baca dalam kalimat pada paragraf. Meskipun perbaikan tanda baca merupakan materi rutin, tetapi pada soal ini hanya 46% Peserta Didik yang dapat menjawab benar. Hal ini mungkin disebabkan perbaikan tanda baca tidak ditentukan dalam teks. Perbaikan tanda baca pada soal ini ditentukan oleh Peserta Didik pada opsi-opsi jawaban, sedangkan pada soal-soal yang sudah ada sebelumnya, tanda baca yang harus diperbaiki sudah ditentukan pada rumusan soal.

E. Menulis Terbatas Sederhana

Soal 5

Cermati kalimat-kalimat berikut!
(1) Susu harus segera disaring dan dimasukan ke pendingin supaya dapat bertahan kualitasnya.
(2) Untuk menjegah kerusakan tersebut, pengelola peternakan harus paham cara mengolah susu pascapanen.
(3) Susu merupakan produk utama dari sebuah peternakan.
(4) Susu pascapanen akan cepat mengalami kerusakan jika tidak segera ditangani dengan baik.
(5) Setelah mempertahankan kualitas, tentunya perlu adanya pengolahan susu agar susu lebih awet.

Urutan yang tepat kalimat-kalimat tersebut agar menjadi paragraf laporan yang padu adalah...
A. (2), (1), (3), (5), (4)
B. (2), (1), (5), (4), (3)
C. (3), (4), (2), (1), (5)
D. (3), (2), (1), (5), (4)
E. (4), (3), (1), (2), (5)
Kunci jawaban : C

Pembahasan:
Soal ini menguji kemampuan Peserta Didik dalam mengurutkan kalimat-kalimat menjadi teks laporan yang padu. Mengurutkan kalimat menjadi suatu paragraf yang padu merupakan materi yang familier dan sering diujikan dalam Ujian Nasional (UN). Soal ini dapat dijawab benar oleh 83% Peserta Didik.

F. Menulis Terbatas Kompleks

Soal 6

Cermati kutipan cerpen berikut!
Ketika tubuhnya digerogoti penyakit, dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskin pada suster jaga. Meskipun banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong. "Beginilah enaknya jadi orang miskin," batinnya, "dapat fasilitas gratis tidur di lantai." Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari. Setelah tanpa pernah diperiksa dokter, ia disuruh pulang. "Anda sudah sembuh," kata perawat, lalu memberinya obat murahan. Orang miskin itu pulang dengan riang. Kini tak anak pernah lagi takut pada sakit. Saat anak-anaknya tak pernah sakit, ia jadi kecewa. "Apa gunanya kita punya Kartu Tanda Miskin kalau kamu tak pernah sakit? Tak baik orang miskin selalu sehat." Mendengar itu, mata istrinya berkaca-kaca. [....]
(Perihal Orang Miskin yang Bahagia, Agus Noor)

Prediksi akhir cerita berisi kesedihan yang sesuai isi cerpen adalah...
A. Istrinya hanya bisa menatap wajah orang miskin di hadapannya tanpa berucap satu kata pun. Ia kagum kepada suaminya yang tak pernah putus asa dan sedih. Suaminya percaya bahwa Tuhan akan selalu menolong hamba-Nya yang lemah selama hamba-Nya tak pernah berhenti berusaha.
B. Istri orang miskin berusaha untuk tabah menanggung beban kehidupannya. Orang miskinpun menghibur istrinya dan mengatakan untuk selalu bersyukur kepada Tuhan atas segala nikmat yang Tuhan berikan kepada mereka.
C. Istrinya merasakan penderitaan yang terus dirasakan suaminya. Namun, suaminya tidak mau menunjukan kesedihan itu kepada keluarganya. Istri rang miskin membuatkan teh hangat untuk orang miskin. Orang miskin terharu dan meminum teh hangat buatan istri tercinta.
D. Orang miskin kembali melanjutkan bercerita kepada istrinya. Orang miskin berkata bahwa ia banyak melihat orang-orang yang berpakaian bagus yang juga memiliki kartu yang seperti dia miliki. Orang miskin bingung mengapa orang-orang itu juga sama seperti dia?
E. Orang miskin tak berhenti berkata-kata. Tiba-tiba, nafasnya sesak. Wajahnya tambak pucat. Istri orang miskin bingung. Ia berusaha mengusap punggung orang miskin. Istri orang miskin pun perebahkan siaminya di bale tempat mereka dukuk. Istri orang miskin kaget. Orang miskin telah mati.
Kunci Jawaban : E

Pembahasan :
Soal ini menguji kemampuan Peserta Didik dalam memperbaiki suatu cerita. Soal ini merupakan soal penalaran yang menuntut Peserta Didik tidak hanya memahami isi teks, tetapi juga berfikir logis dan kritis untuk menentukan paragraf lanjutan / akhir yang sesuai dengan kutipan cerita tersebut. Pada soal ini hanya 23% Peserta Didik yang dapat menjawab benar. Hal tersebut kemungkinan karena prediksi cerita merupakan materi baru dalam Ujian Nasional (UN).

Demikian contoh soal rilis yang bisa dibagikan Sinau Thewe. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Soal Rilis Ujian Nasional Mapel Bahasa Indonesia Tahun 2019 Jenjang SMA / MA (IPA/IPS)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel