Contoh Soal Rilis Ujian Nasional Mapel Matematika Tahun 2019 Jenjang SMK

Pada kesempatan kali ini Sinau Thewe akan membagikan contoh soal rilis Ujian Nasional Mapel Bahasa Inggris lengkap dengan penjelasannya tahun 2019 pada Jenjang SMK.


Soal Rilis UN Matematika Tahun 2019 Jenjang SMK


Lingkup materi yang diujikan pada mata pelajaran Matematika SMK berbeda-beda tergantung pada rumpun keahlian. Lingkup materi untuk SMK Teknik adalah Aljabar, Kalkulus, Geometri dan Trigonometri, serta Statistika. Untuk SMK Akuntansi lingkup materinya adalah Aljabar, Geometri, serta Statistika dan Peluang. Sedangkan untuk rumpun Pariwisata, lingkup materinya adalah Aljabar, Geometri dan Trigonometri serta Statistika. Level kognitif yang diujikan meliputi pengetahuan dan pemahaman, aplikasi, dan penalaran.


CONTOH SOAL



Level Pengetahuan dan Pemahaman


Pemahaman  pada materi bentuk akar
Soal 1.

Pembahasan Jawaban:

Kunci Jawaban : B

Pembahasan :
Soal ini dapat dijawab oleh 51% siswa. Hal ini wajar karena soal ini termasuk soal yang
mengukur kognitif pemahaman mereka tentang penyederhanaan dan operasi akar dan juga rutin diberikan dalam pembelajaran di kelas dan buku-buku teks. Bentuk akar yang diberikan pun tergolong sederhana. Untuk dapat menyelesaikan soal ini, siswa mengoperasikan bentuk akar yang bersesuaian. Bilangan kuadrat yang bersesuaian dalam soal tersebut terlihat dengan jelas, hal ini mempermudah siswa dalam menyederhanakan bentuk akar untuk kemudian menyelesaikan soal.


Pemahaman  pada materi dimensi tiga

Soal 2.
Perhatikan Kubus Berikut :

Pasangan garis yang saling bersilangan pada kubus di atas adalah ....
A. QT dan RS
B. SV dan RW
C. QR dan UV
D. QW dan SU
E. TU dan VW

Pembahasan Jawaban:
Dua garis dikatakan saling bersilangan ketika kedua garis tersebut tidak terletak pada satu bidang, tidak berpotongan, dan tidak sejajar. Diantara pasangan garis yang diberikan, pasangan garis pada pilihan jawaban A adalah yang tepat mewakili pasangan garis yang saling bersilangan.
Kunci Jawaban : A

Pembahasan :
Soal ini sebenarnya hanya mengukur pemahaman siswa terkait unsur-unsur dalam suatu bangun ruang atau bangun dimensi tiga yakni tentang kedudukan garis. Namun demikian, hanya 6% siswa yang mampu menjawab benar. Sebagian besar siswa terjebak dengan memilih pilihan jawaban B yakni pasangan garis SV dan RW. Kedua garis tersebut membentuk tanda silang sehingga jelas merupakan pasangan garis yang berpotongan.Penyebab kekeliruan siswa kemungkinan karena mereka tidak paham makna garis yang saling bersilangan. Kebanyakan siswa menganggap bahwa dua garis dikatakan bersilangan ketika kedua garis tersebut membentuk tanda silang.


Level Aplikasi
Aplikasi pada materi system persamaan linier dua variabel
Soal 3.
Ani, Siti, dan Sinta belanja di suatu toko buku. Ani membeli 3 buah buku tulis dan sebuah spidol dengan harga Rp11.500,00. Siti membeli 2 buah buku tulis dan 4 buah spidol dengan harga Rp16.000,00. Jika Sinta membeli sebuah buku tulis dan 3 buah spidol, harga yang harus dibayar oleh Sinta adalah ....
A. Rp2.500,00
B. Rp3.000,00
C. Rp5.500,00
D. Rp10.500,00
E. Rp11.000,00

Pembahasan Jawaban:

Kunci Jawaban : D

Pembahasan :
Soal ini mengukur kemampuan siswa dalam menerapkan konsep sistem persamaan linear dua variabel dalam suatu permasalahan kontekstual. Untuk menyelesaikan soal ini, siswa terlebih dahulu memodelkan permasalahan ke dalam bentuk sistem persamaan linear. Namun demikian, strategi yang digunakan ketika memodelkan adalah strategi yang rutin bagi siswa. Soal-soal serupa banyak dijumpai dalam pembelajaran di kelas dan buku teks. Oleh sebab itu, cukup banyak siswa yang menjawab benar yakni sebesar 57%.



Aplikasi pada materi program linier
Soal 4.
Sebuah butik yang menyediakan jas dan gaun pesta memerlukan 62 m kain katun dan 70 m kain wol per periode produksinya. Setiap jas memerlukan 0,5 m kain katun dan 1 m kain wol, setiap gaun pesta memerlukan 1 m kain katun dan 1 m kain wol. Jika setiap jas memberikan laba sebesar Rp90.000,00 dan setiap gaun pesta memberikan laba Rp80.000,00, banyak jas dan gaun pesta yang harus diproduksi untuk memperoleh keuntungan maksimum adalah ....
A. 54 jas dan 12 gaun pesta
B. 15 jas dan 54 gaun pesta
C. 16 jas dan 54 gaun pesta
D. 62 jas
E. 70 gaun pesta

Pembahasan Jawaban:

Kunci Jawaban : E

Pembahasan :
Soal ini mengukur kemampuan siswa dalam menerapkan konsep nilai optimum pada materi program linier. Hanya 7% siswa yang dapat menjawab dengan benar soal ini. Padahal, permasalahan yang diberikan pada soal tergolong rutin. Strategi penyelesaian masalahnya pun sudah cukup jelas terlihat. Selain itu, bentuk soal serupa banyak dijumpai dalam pembelajaran di kelas dan buku-buku teks. Berdasarkan hasil analisis, sebagian besar siswa menjawab nilai optimum terjadi pada titik potong dua garis yang bersesuaian, padahal nilai optimum permasalahan ini ada pada titik lain. Kemungkinan siswa tidak mengecek nilai di titik-titik ujung lainnya pada daerah himpunan penyelesaian. Hal ini dikarenakan banyak soal yang diberikan dalam pembelajaran di kelas dan buku teks seringkali memiliki solusi di titik potong kendalanya sehingga siswa langsung mengeneralisir bahwa nilai optimum masalah program linear selalu di titik potong. Padahal, nilai optimum pada masalah program linear tidak selalu terjadi pada titik potong.



Level Penalaran
Menganalisis pada materi barisan dan deret
Soal 5.
Seorang dokter memberi resep obat 260 miligram (mg) kepada pasien yang menderita suatu penyakit kronis. Petunjuk medis menyatakan bahwa obat tersebut harus diminum setiap 7 jam sekali. Setiap 7 jam, 40% dosis awal akan keluar dari tubuh. Jika seorang pasien mengikuti petunjuk medis dan terus-menerus mengonsumsi obat ini, maksimum banyak obat yang akan berada dalam tubuhpasien tersebut adalah ....
A. 104 mg
B. 156 mg
C. 433,3 mg
D. 650 mg
E. 728 mg

Pembahasan Jawaban:
1.    Ketika obat pertama diminum, banyak obat dalam tubuh pasien adalah 260 mg
2.    Ketika obat kedua diminum, dosis obat pertama yang telah diminum bersisa sebanyak 60% dari jumlah awal. Jadi, banyak obat dalam tubuh pasien adalah mg
3.    Ketika obat ketiga diminum, dosis obat pertama dan kedua yang telah diminum bersisa sebanyak 60% dari jumlah sebelumnya. Jadi, banyak obat dalam tubuh pasien adalah 260 + 260 x 0,6 + 210 x 0,6 x 0,6 mg
4.    Ketika obat keempat diminum, dosis obat pertama, kedua, dan ketiga yang telah diminum bersisa sebanyak 60% dari jumlah sebelumnya. Jadi, banyak obat dalam tubuh pasien adalah 260 + 260 x 0,6 + 260 x 0,6 x 0,6 + 260 x 0,6 x 0,6 x 0,6 mg
Ketika obat tersebut diminum terus-menerus, maka banyak obat dalam tubuh pasien tersebut akan membentuk deret geometri tak hingga sebagai berikut:
↔260 + 260 x 0,6 + 260 x 0,6 x 0,6 + 260 x 0,6 x 0,6 x 0,6 + …
↔ 260 + 260 x 0,6 + 260 x (0,6)2 + 260 x (0,6)3 + …
Deret tersebut adalah deret geometri tak hingga dengan suku pertama 260 dan rasio 0,6.
Jadi, maksimum banyak obat yang akan berada dalam tubuh pasien tersebut adalah

Kunci Jawaban : E

Pembahasan :
Soal ini mengukur kemampuan siswa dalam menyelesaikan permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan deret geometri tak hingga. Walaupun soal berkaitan dengan konsep deret geometri tak hingga, namun tidak secara eksplisit ditunjukkan pada soal. Siswa harus menganalisis informasi yang diberikan terlebih dahulu untuk kemudian dapat membentuk pola deret geometri tak hingga yang dimaksud. Setelah pola geometri dibentuk, siswa baru dapat menyelesaikan masalah dalam soal. Hanya sebesar 24% siswa dapat menjawab soal ini dengan benar.

Demikian contoh soal yang bisa dibagikan, semoga bermanfaat dan terima kasih.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Contoh Soal Rilis Ujian Nasional Mapel Matematika Tahun 2019 Jenjang SMK"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel