Contoh Soal Rilis Ujian Nasional Mapel Kimia Tahun 2019 Jenjang SMA / MA (IPA)

Pada kesempatan kali ini Sinau Thewe akan membagikan contoh soal rilis Ujian Nasional mata pelajaran Kimia beserta penjelasannya Tahun 2019 untuk Jenjang SMA / MA jurusan IPA, berikut penjelasannya :

Dikutip dari laman https://puspendik.kemdikbud.go.id/hasil-un/ bahwa lingkup materi soal UN Kimia SMA / MA 2019 yang diujikan meliputi lima kelompok yaitu :
1. Kimia dasar
2. Kimia analitik
3. Kimia fisik
4. Kimia organik
5. Kimia anorganik
Level kognitif yang diujikan meliputi pengetahuan dan pemahaman, aplikasi dan penalaran.


Contoh Soal

Soal 1

Perhatikan data tentang manfaat beberapa senyawa!
(1) Bahan pembuat sabun
(2) Penjernihan air kolam renang
(3) Pupuk pada tanaman
(4) Mematikan bakteri air di PDAM
(5) Membalut bagian tubuh yang patah tulang
Pasangan pernyataan yang benar tentang manfaat senyawa Ca(ClO)2 ditunjukkan oleh angka….
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (3)
C. (2) dan (4)
D. (3) dan (5)
E. (4) dan (5)
Kunci Jawaban : B

Pembahasan :
Soal ini mengukur kemampuan pengetahuan siswa terkait manfaat senyawa kimia Ca(ClO)2 (kalsium hipoklorit/kaporit). Soal ini bukan soal kompleks karena manfaat senyawa kimia Ca(ClO)2 (kalsium hipoklorit/kaporit) sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan tercantum di dalam buku-buku pelajaran. Sebanyak 55% siswa mampu menjawab soal ini dengan benar. Siswa tidak mampu menjawab soal ini dengan benar dapat dikarenakan mereka tidak mengetahui nama trivial dari Ca(ClO)2 .
Di dalam pembelajaran sebaiknya guru menjelaskan tidak hanya rumus kimia ataupun nama trivial tetapi juga gambaran umum mekanisme mengapa senyawa kimia tersebut dapat memiliki manfaat-manfaat tersebut. Contoh yang diberikan adalah contoh manfaat yang dekat dengan kehidupan sehari-hari seperti dalam industri, pertanian, dan kesehatan.


Soal 2

Massa rata-rata satu atom unsur A adalah gram dan massa satu atom karbon C -12 adalah gram. Massa atom relatif (Ar) A adalah ....

Kunci Jawaban : B

Penyelesaian :
Massa atom relatif suatu unsur diperoleh dengan membagi massa rata-rata 1 unsur dengan

1/12 massa 1 atom C-12.
Pembahasan :
Soal ini mengukur kemampuan siswa menerapkan konsep penghitungan massa atom relatif suatu unsur tanpa harus menyelesaikan perhitungan dari konsep tersebut. Soal ini tidak kompleks, tetapi hanya 55% siswa dapat menjawab dengan benar. Hal ini dapat dikarenakan siswa belum memahami konsep massa atom relatif suatu unsur, apalagi jika unsur dinyatakan bukan dalam lambang unsur sebenarnya.
Di dalam pembelajaran sebaiknya guru menjelaskan dari hal-hal yang sangat mendasar terkait atom dan unsur dan bukan hanya sebatas hafalan mengenai nama, nomor atom, nomor massa, dan lambang atom dan unsur. Karena materi atom dan unsur cenderung abstrak, guru dapat menjelaskan konsep tersebut menggunakan video.


Soal 3

Diketahui energi ikatan rata-rata:

Kalor yang diperlukan untuk menguraikan 10 gram HF menjadi unsur-unsurnya adalah ....
Kunci Jawaban : D

Penyelesaian :
Diketahui energi ikatan rata-rata:

Ditanya : Energi yang dibutuhkan untuk menguraikan 10 gram HF
Jawab :

Reaksi penguraian HF:


Pembahasan :
Soal ini mengukur kemampuan siswa menerapkan konsep penghitungan kalor yang diperlukan untuk menguraikan suatu zat dalam jumlah tertentu berdasarkan energi ikatan rata-rata. Untuk menyelesaikan soal, siswa harus memahami reaksi kimia penguraian suatu zat, konsep penghitungan kalor yang dibutuhkan untuk menguraikan suatu zat dan konsep mol. Soal ini dapat dijawab benar hanya oleh 19% siswa.
Rendahnya persentase siswa yang mampu menjawab soal ini dengan benar, dapat dikarenakan siswa belum memahami tahapan penyelesaian berdasarkan gabungan pemahaman dan aplikasi beberapa konsep.
Saran dalam proses pembelajaran:
1. Guru mengajarkan konsep reaksi kimia dan kaitannya dengan koefisien reaksi secara tuntas, sehingga siswa akan mampu menerapkannya pada berbagai jenis reaksi kimia.
2. Dalam stoikiometi, konsep mol harus benar-benar dikuasai oleh siswa.
3. Guru mengajarkan konsep penghitungan berdasarkan energi ikat rata-rata dengan berbagai konsep terkait yang terintegrasi.


Soal 4

Perhatikan pernyataan berikut!
(1) Uap jenuh dan cairannya dalam wadah tertutup membentuk kesetimbangan dinamis
(2) Zat cair yang mudah menguap mempunyai tekanan uap jenuh rendah
(3) Jumlah zat cair yang menguap lebih banyak dari jumlah zat cair yang mengembun pada
saat kesetimbangan tercapai
(4) Jumlah partikel zat yang menguap sama dengan jumlah partikel yang mengembun pada
saat kesetimbangan tercapai 
Pasangan pernyataan yang benar mengenai kesetimbangan fasa air dalam sistem tertutup sesuai persamaan kimia  ditunjukkan oleh angka ….
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (3)
C. (1) dan (4)
D. (2) dan (3)
E. (2) dan (4)
Kunci Jawaban : C

Pembahasan :
Soal ini menuntut siswa mampu menyimpulkan kesetimbangan air dalam sistem tertutup berdasarkan konsep kesetimbangan zat cair dalam sistem tertutup. Siswa yang mampu menjawab dengan benar sebanyak 20%. Rendahnya siswa yang mampu menjawab dengan benar dapat dikarenakan siswa belum memahami konsep kesetimbangan fasa cair dalam sistem tertutup.
Untuk meningkatkan pemahaman siswa, pembelajaran dapat dilakukan dengan percobaan atau penggunaan media seperti video yang menunjukkan fenomena-fenomena yang terjadi terkait berbagai zat cair dalam sistem tertutup.


Soal 5

Proses titrasi basa oleh suatu asam dengan menggunakan indikator metil merah akan dihentikan ketika terjadi perubahan warna pada indikator secara tiba-tiba di titik akhir titrasi dari warna kuning menjadi warna merah.

Kesetimbangan yang terjadi pada indikator dapat dituliskan pada persamaan berikut:
Penyebab perubahan warna pada indikator tersebut adalah ....
Kunci Jawaban : B

Pembahasan :
Soal ini dapat dijawab benar oleh 39% siswa. Pada soal ini siswa diminta untuk menyimpulkan penyebab perubahan kesetimbangan dalam titrasi asam basa menggunakan indikator tertentu. Hal ini berkaitan dengan pergeseran arah kesetimbangan yang terjadi pada indikator oleh keberadaan asam atau basa. Warna indikator berubah seiring dengan pergeseran kesetimbangan yang terjadi. Sesaat setelah titik ekivalen terjadi, penambahan H+ akan menggeser kesetimbangan ke arah kiri sehingga warna berubah menjadi merah.
Rendahnya jumlah siswa yang mampu menjawab dengan benar dapat dikarenakan kurangnya penguasaan terhadap konsep indikator titrasi asam basa dalam kaitannya dengan perubahan warna indikator tersebut akibat pergeseran kesetimbangan.
Saran dalam proses pembelajaran:
1. Guru tidak hanya menekankan pembelajaran pada titrasi asam basa, namun semua hal yang berkaitan dengan proses tersebut seperti peenggunaan indikator dan keterkaitannya dengan konsep lain seperti kesetimbangan kimia. Definisi dan pengenalan terhadap berbagai jenis indikator, alasan penggunaan indikator, pemilihan indikator yang tepat dalam proses titrasi dan alasan perbahan warna indikator dikaitkan dengan kesetimbangan kimia.
2. Guru menggunakan media pembelajaran animasi berupa simulator aplikasi (software) percobaan berbagai titrasi asam-basa beserta penggunaan beragam indikator pH.
3. Guru mendemonstrasikan percobaan titrasi di depan kelas atau melakukan percobaan di laboratorium dengan menggunakan peralatan titrasi yang standar sehingga guru dapat menerapkan learning by doing kepada siswa.


Soal 6

Seorang petani kebingungan karena lahannya sudah kurang produktif lagi dibandingkan sebelumnya setelah terdampak hujan asam letusan gunung berapi. Padahal secara rutin ia telah menambahkan pupuk nitrogen dan amonia dengan maksud menyuburkan lahannya. Setelah pH tanah diperiksa, ternyata diperoleh pH sebesar 2. Menurut pandangan ahli, penggunaan pupuk nitrogen berlebihan justru menyebabkan pH tanah menjadi asam disebabkan bakteri dalam tanah mengoksidasi ion menjadi nitrat, 
Dari beberapa zat berikut:
Pasangan zat yang dapat ditambahkan oleh petani agar tanahnya dapat produktif kembali adalah ....
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (3)
C. (2) dan (3)
D. (2) dan (4)
E. (4) dan (5)

Kunci jawaban : B

Pembahasan :
Soal ini mengukur kemampuan siswa dalam menggunakan penalaran untuk menyelesaikan
permasalahan kehidupan sehari-hari berkaitan dengan asam-basa. Soal dapat dijawab benar oleh hanya 37%. Untuk menjawab soal ini siswa perlu memahami konsep mengenai penetralan asam basa, menganalisis zat manakah yang bersifat basa/hidrolisisnya bersifat basa sehingga dapat digunakan untuk menetralkan tanah yang bersifat asam. Sesuai konsep penetralan, zat asam dapat dinetralkan oleh zat yang bersifat basa. Zat-zat ini dapat diketahui dari sifat-sifat kimia tertentu yang dimiliki seperti kandungan OH maupun kondisi setelah terhidrolisis di dalam air. Zat yang bersifat basa akan menghasilkan ion OH- ketika terhidrolisis sedangkan zat asam akan membentuk ion H3O+.
Materi asam basa membutuhkan penguasaan konsep yang kuat karena cakupan materi yang sangat luas dan sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Pemahaman ini bisa ditingkatkandengan selalu memberikan contoh soal yang kontekstual dan tidak hanya berkutat pada perhitungan pH maupun titrasi asam basa.
Dalam proses pembelajaran sebaiknya guru perlu memunculkan masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari berkaitan dengan asam-basa dan mendorong siswa menemukan pemecahan dari permasalahan tersebut berdasarkan konsep yang telah dipelajari. Guru juga dapat memberikan tugas kepada siswa untuk mencari permasalahan terkait asam-basa yang terjadi di lingkungan untuk dikritisi an mendorong siswa untuk menyelesaikan permasalahan tersebut berdasarkan konsep yang telah dipelajari.

Demikian contoh soal yang bisa dibagikan, semoga bermanfaat dan terima kasih.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Contoh Soal Rilis Ujian Nasional Mapel Kimia Tahun 2019 Jenjang SMA / MA (IPA)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel